Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Monday, April 15, 2019

Apa itu Sekolah Tinggi Intelejen Negara (STIN)

SEJARAH STIN
Berawal dari satu pemikiran bahwa Intelijen merupakan suatu disiplin Ilmu yang dapat dipelajari, maka pada tahun 2002 Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal TNI (Purn) Dr. A.M. Hendropriyono memprakarsai pendirian perguruan tinggi di bidang ilmu intelijen. Pada 9 Juli 2003 Presiden RI meresmikan berdirinya IIN (Institut Intelijen Negara) Tahun 2004 dimulai kuliah perdana dan IIN berubah menjadi STIN. Sesuai UU 17/2011 Alumni STIN menjadi sumber utama SDM BIN. 


VISI
Menjadi pusat pendidikan terbaik dalam penyediaan SDM intelijen untuk BIN dan instansi pemerintah lainnya, serta pusat pengkajian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi intelijen.

MISI

1. Menyelenggarakan kegiatan pendidikan sarjana intelijen, yang berorientasi pada keunggulan, kejujuran, karakter dan integritas serta kewibawaan akademik yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, HAM, demokrasi serta hukum dalam rangka memberikan sumbangan kemajuan masyarakat.

2. Menghasilkan lulusan yang memiliki loyalitas tinggi, mandiri, profesional, kompetitif dan berakhlak mulia yg dapat memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan dengan menjunjung tinggi kode etik intelijen negara.

3. Mengembangkan keilmuan di bidang intelijen melalui kerjasama kemitraan dengan berbagai pihak sesuai dgn perkembangan untuk memenuhi kebutuhan pengetahuan intelijen yang luas, keterampilan berpikir analisis yang tajam serta keunggulan dalam penyelidikan, pengamanan dan penggalangan baik di tingkat nasional dan internasional. 




4. Mengembangkan gagasan kreatif dan inovatif melalui kajian intelijen strategis yang ilmiah serta proses belajar dan mengajar aktif, sehingga mampu beradaptasi untuk mengantisipasi perubahan serta perkembangan ilmu, teknologi dan seni intelijen mutakhir berkelanjuitan.

Friday, March 22, 2019

Kenapa Harus Kuliah di STAN?

STAN kini berubah nama menjadi PKN STAN. Tidak hanya merubah nama, tapi juga mengubah banyak hal, dari status dosen, status kampus, manajemen kampus, sampai dengan nama jurusan dan program studi yang ada di STAN.
Yang jelas, jurusan di STAN 2018 atau 2019 dan seterusnya tidak akan jauh berubah, karena sudah diatur di dalam Peraturan Menteri Keuangan tersendiri.

- Kenapa harus masuk STAN?
Gaji lulusan STAN bisa lebih besar dibandingkan PNS lainnya. Pertimbangan lainnya adalah biaya kuliah di STAN gratis sehingga bisa membantu meringankan beban orang tua.

      - Bagaimana memilih jurusan di STAN?
Panduan memilih jurusan di STAN tidak seribet memilih jurusan di kampus lain macam UI, ITB, UGM, IPB.
Setelah diterima di STAN, barulah dialokasikan sesuai dengan jurusan STAN yang dipilih sesuai dengan kuota masing-masing jurusan.

      - Bagaiman sistem penerimaan masuk STAN?
Sistem penerimaan mahasiswa baru STAN tidak mengenal istilah passing grade per jurusan, tapi mengenal kuota mahasiswa keseluruhan.
Kalau STAN butuh 5.000 mahasiswa, maka yang diterima adalah 5.000 dengan nilai ujian dan tes terbaik, tidak melihat jurusan yang dipilih.
   
      - Apakah ada pembatasan berdasarkan gender untuk masuk STAN?
Untuk jurusan Bea Cukai tidak menerima calon mahasiswa perempuan.

      -  Apa saja jurusan / program studi di STAN?
   PKN STAN terdiri dari jenjang pendidikan dari :
   D1 atau Diploma 1,
   D3 atau Diploma 3, dan
   D IV atau Diploma 4


Dengan Jurusan:
      1.      AKUNTANSI
     2.     PAJAK
     D-III Pajak
    3.      KEPABEANAN DAN CUKAI
      Publikasi BC
   4.      MANAJEMEN KEUANGAN

Jenjang pendidikan di STAN nanti dibagi per jurusan dan akan memiliki mata kuliah yang berbeda-beda, akan tapi semua mahasiswa STAN dari semua jurusan pasti dapat mata kuliah akuntansi.
Tentu saja Mata kuliah D3 Pajak STAN pasti berbeda dengan mata kuliah D3 Akuntansi, kecuali akuntansi dasar.

      - Berapa lama waktu kuliah di STAN?
Untuk D1, lama kuliah di STAN harus selesai 1 tahun. D3 harus selesai 3 tahun, jika tidak maka kena DO atau Drop Out.
Jadi Sistem SKS tidak berlaku di STAN, yang berlaku adalah sistem paket, jadi semua mahasiswa mengambil mata kuliah yang sama dengan SKS yang sama untuk jurusan yang sama. Kuliah bareng-bareng, masuk bareng-bareng, lulus juga bareng-bareng.

      - Apa kuliah di STAN dapat Uang Saku?
Kuliah di STAN dapat uang saku. Untuk ketentuan uang saku STAN ada aturannya. Ketentuan D I, D III dan D IV ada aturannya yang berbeda.

      - Dan ini pesan terakhir:
Nah, setelah lulus STAN nanti, jangan lupa untuk melanjutkan kuliah.
Untuk lulusan D1 STAN yang mau lanjut S1, ajukan ijin belajar.
Sementara kalau mau masuk D3 STAN, ikuti lagi tes masuk STAN.


Tuesday, November 21, 2017

Strategi Dasar Merancang Sistem Pembelajaran

   Strategi Dasar Merancang Sistem Pembelajaran

Berdasarkan komponen-komponen dalam sistem pembelajaran, selanjutnya kita dapat menentukan langkah atau strategi dalam penyusunan perencanaan pembelajaran yaitu sebagai berikut :
1.      Merumuskan Tujuan Khusus. 
Dasar merancang Pembelajaran adalah, tugas pertama adalah merumuskan tujuan pembelajaran khusus berserta materi pelajaranya. dengan menentukan tujuan pembelajaran khusus akan menjadi rumusan indikator hasil pelajaran. Fungsi rumusan pembelajaran khusus adalah sebagai teknik untuk mencapai tujuan pembelajaran umum, dengan demikian, maka penecapaian tujuan-tujuan khusus dalam proses pembelajaran, merupakan indikator pencapaian tujuan umum.
2.      Pengalaman Belajar
Langkah yang kedua dalam merencanakan pembelajaran adalah memlih pengalaman belajar yang harus dilakukan siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran. Belajar bukan hanya mencatat dan menghafal, akan tetapi proses berpengalaman. Oleh sebab itu, siswa harus di dorong secara aktif melakukan kegiatan tertentu. Walaupun tujuan pembelajaran hanya sebatas memahami data atau fakta, akan tetapi sebaiknya hal itu tidak cukup hanya diberikan saja oleh guru, akan tetapi siswa didorong untuk mencari dan menemukan sendiri fakta tersebut, misalnya melalui wawancara, observasi, dan lain sebagainya.
3.      Kegiatan Belajar Mengajar
Langkah ketiga dalam menyusn perencanaan pembelajaran dengan pendekatan sistem adalah menetukan kegiatan belajar mengajar. Menentukan kegiatan belajar mengajar yang sesuai.
4.      Orang-orang yang Terlibat 

Perencanaan pembelajaran dengan pendekatan sistem juga bertanggung jawab dalam menentukan orang yang akan membantu dalam proses pembelajaran. Orang-orang yang akan membantu dalam proses pembelajaran khususnya yang berperan sebagai sumber belajar meliputi Instruktur atau guru, dan juga tenaga professional. 
5.      Bahan dan Alat
Penyeleksian bahan dan alat juga merupakan bagian dari sistem perencanaan pembelajaran. Penentuan bahan dan alat dapat mempertimbangkan beberapa hal-hal sebagai berikut :
a.    Keberagaman kemampuan intelektual peserta didik
b.    Jumlah dan keberagaman tujuan pembelajaran khusus yang harus dicapai peserta didik
c.    Tipe-tipe media yang diproduksi dan digunakan secara khusus
d.   Berbagai alternative pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.
e.    Bahan dan alat dapat dimanfaatkan.
f.     fasilitas fisik yang tersedia
6.      Fasilitas Fisik
Fasilitas fisik merupakan faktor yang akan berpengaruh terhadap keberhasilan proses pembelajaran.
7.      Perencanaan evaluasi dan Pengembangan
Prosedur evaluasi merupakan faktor penting dalam sebuah perencanaan pembelajaran. Melalui evaluasi kita dapat melihat keberhasilan pengelolaan pembelajaran dan keberhasilan peserta didik mencapai tujuan pembelajaran.

Masalah Pembelajaran dan Solusinya

      Masalah Pembelajaran dan Solusinya.

a.    Masalah Belajar

Apakah yang dimaksud dengan masalah belajar ?. Masalah Belajar adalah suatu kondisi tertentu yang dialami oleh seseoarang murid dan menghambat kelancaran proses belajarnya.  Masalah ini terkadang muncul dari diri peserta didik atau diri murid sendiri dan dapat juga muncul dikarenakan pengaruh dari lingkungannya. 

Pada dasarnya, masalah-masalah belajar dapat digolongkan atas :
a.  Sangat cepat belajar, yaitu murid-murid yang tampaknya memiliki bakat akademik yang cukup tinggi, memiliki IQ diatas rata-rata dan memerlukan tugas-tugas khusus yang terancana.
b.  Keterlambatan akademik. Yaitu murid-murid yang tampaknya memiliki intelegensi normal tetapi tidak dapat memanfaatkan secara baik.
c. Lambat belajar. Yaitu murid yang mempunyai IQ dibawah rata-rata sehingga perlu dipertimbangkan untuk mendapatkan bantuan khusus
d.  Penempatan Kelas. Yaitu murid-murid yang umur, kemampuan, ukuran dan minat-minat sosial yang terlalu besar atau terlelu kecil untuk kelas yang ditempati.

e.  Kurang motif dalam belajar. Yaitu murid-murid yang kurang semangat dalam dalam belajara, mereka tampak jera dan malas.
f.     Sikap dan kebiasaan buruk. Yaiut murid-murid yang kegiatan atau perbuatannya berlawanan atau tidak sesuai dengan yang seharusnya seperti suka marah, menunda tugas, belajar pada saat ujian saja.
g.  Kehadiran di madrasah. Yaitu murid-murid yang sering tidak hadir atau menderita sakit dalam jangka waktu lama, sehingga kehilangan banyak waktu belajar.
b.   Identifikasi Murid Bermasalah
Masalah diatas dapat disimpilkan bahwa timbulnya masalah belajar bisa terjadi dari murid sendiri dan dari luar diri murid. Hal-hal ini bisa diketahui dengan mencara mengidentifikasi murid yang bermasalah. Penentuan siapa saja murid yang mempunyai masalah dengan pembelajaran dapat dilakukan dengan prosedural sebagai berikut :
a.    Penilain Hasil Akhir
Guru sebagai komponen dari sistem pembelajaran diharapkan dapat melaksanakan hasil penilain secara berkesinambungan. Salah satu tujuannya adalah adalah agar mengetahui sejauh mana murid mencapai hasil belajar yang sesuai denga perencanaan wal pembelajaran. Dalam hal ini ada dua acuan yang digunakan :
1)   Penilain Acuan Patokan (PAP)
Penilain ini, berdasarkan dengan kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa. Murid akan dikatan berhasil atau menguasai materi,  yang telah ditetapkan,. Patokan ini diyantakan dengan presentasi minimal. 75 %, 80%, 90%, dan sebagainya
2)   Penilain Acuap Normal (PAN)
Penilaian acuan norma (PAN) adalah penlaian yang dilakukan untuk mengetahui posisi kemampuan seseorang dibandingkan dengan temannya dikelas tersebut. PAN ini berasumsi bahwa kemampuan orang itu berbeda beda dan dapat digambarkan menurut distribusi norma. Perbedaan ini harus ditunjukan oleh hasil pengukuran, misalnya setelah mengikuti pendidikan selama satu semester peserta didik diadakan penilaian. Hasil ujian seseorang dibandingkan dengan kelompoknya, sehingga dapat diketahui posisi seseorang. Acuan ini biasanya digunakan pada ujian untuk seleksi, karena sesuai dengan tujuannya ujian seleksi adalah untuk membedakan kemampuan seseorang dan untuk mengetahui hasil belajar seseora
b.    Pemanfaatan Hasil Intelegensi
Belajar di pengaruhi oleh intelegensi atau kemampuan dasar. Semakin tinggi kemampuan dasar semakin tinggi hasil belajar yang diperoleh
c.    Pengamatan
 Penilaian ini berdasarkan hasil pengamatan atau observasi selama masa pembelajaran sehingga akan dapat mengetahu perindividu murid sehingga guru dapat menentukan untuk bimbingan dan konseling, dan alayanan belajar khusus.

c.    Faktor-faktor sumber Murid bermasalah dalam belajar

Setelah menilai atau mengetahui siswa yang bermasalah dalam belajar dan sejenisnya, maka sebelum memberikan bimbingan atau konseling, terlebih dahulu harus mengatahui sebab-sebab kenapa murid mendapat kesulitan dalam belajar.  Hal ini perlu dilakukan agar bisa memberikan sesuatu yang memang menjadi kebutuhan murid, misalnya anak yang mempunyai kesulitan membaca dikarenakan kendala  mata, maka guru tidak dapat membantu  hanya dengan memberikan tambahan waktu agar murid cepat bisa membaca.
Pada dasarnya masalah dalam belajar itu dapat terjadi dikarenakan adanya faktor-faktor yang mempengaruhi, dan faktor-faktor itu dapat digolongkan menjadi dua macam : Pertama, Faktor-faktor yang bersumber dari dari murid itu sendiri. Dan yang kedua, faktor yang bersumber dari luar diri murid. :
a.    Faktor-faktor yang Bersumber dari Murid
1)   Tingkat Kecerdasan rendah
2)   Kesehatan sering terganggu
3)   Kekurangan Fisik
4)   Gangguan alat perseptual
5)   Tidak Menguasai cara-cara belajar yang baik
b.    Faktor-faktor yang Bersumber dari Luar diri Mudir
1)   Faktor Lingkungan Keluarga.
a)      Kemampuan ekonomi orang tua kurang memadai
b)      Anak kurang mendapat perhatian dan pengawasan dari orang tua
c)      Harapan orang tua terlalu tinggi terhadap anak
d)     Orang tua pilih kasih
2)   Faktor Lingkungan Sekolah atau Madarsah dan Masayarakat.
Masalah-masalah yang dialami murid dalam belajar bukan hanya bersumber dari lingkungan keluarga atau keadaan murid, tetapi juga bisa timbul atau bersumber dari faktor lingkungan sekolah atau madrasah antara lain : kurikulum kurang sesuai, guru kurang menguasai bahan pelajaran, metode mengajar yang kurang sesuai dan alat dan media kurang memadai.

d.   Membantu Murid Mangatasi Masalah Pembelajaran

Setelah mengetahui masalah yang dihadapi oleh murid, maka guru harus membantu murid sesuai dengan kebutuhan, karena setiap murid mempunyai kemampuan yang berbeda-beda sehingga pencapaiannya pun berbeda-beda.
Berkenaan dengan masalah-masalah yang dihadapi murid dalam belajar, ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh guru, antara lain melaksanakan pengajaran perbaikan, pengajaran pengayaan, pembinaan sikap dan kebiasaan belajar baik, dan peningkatan motivasi belajar.
a.    Progam Perbaikan
Pengajaran perbaikan merupakan bentuk khusus dari pengajaran yang diberikan kepada seseorang atau beberapa orang murid yang mengalai kesulitan belajar. Kekhususan dari pengajaran ini terletak pada murid yang dilayani, bahan pelajaran, meode, dan media penyampaian. Seperti yang telah di bahas diatas bahwa murid yang dilayani adalaha murid yang mangalami kesulitan belajar dan memahami. Bahan atau materi yang akan disampaikan dapat bervarisai antara seseorang murid dengan murid yang lain, tergantung masalah apa yang dihadapi oleh murid.
1)   Cara yang di tempuh.
Kegiatan pokok dalam pengajaran perbaikan terletak pada usaha mempernaiki kesalahan-kesalahan atau penyimpangan yang terjadi pada murif berkenaan dengan mata pelajaran yang di pelajarinya. Oleh sebab itu, guru tidak perlu lagi banyak menggunakan metode ceramah atau metode diskusi dalam menyajikan bahan pelajaran kepada murid. Guru juga tidaj perlu mengulang semua bahan ajar yang sudah disampaikan. Pengajaran dipusat kepada komponen-komponen atau bagian-bagian yang belum dikuasai dengan baik pelh murid. Dengan jalan memberikan penjelasan seperluanya, mengadakan tanya jawab, demontrasi, latihan, pemberian tugas dan evaluasi.
Berdasarkan dengan hal ini DEPDIKNAS (2004) mengemukakan dua cara yang dapat ditempuh, yaitu :
a)   Pemberian bimbingan secara khusus dan perorangan bagi siswa yangbelum atau mengalami kesulitan dalam penguasaan KD tertentu.
b)   Pemberian tugas tau perlakuan (treatment) secar khusus yang sifat penyederhanaan dari pelaksanaan pembelajaran reguler.
-       Penyederhanaan Isi / Materi Pembelajaran untuk KD tertentu
-       Penyederhanaan cara penyajian
-       Penyederhanaan soal / pertanyaan yang diberikan.
2)   Materi dan waktu pelaksanaan progam perbaikan
Progam perbaikan dapat dilaksanakan pada :
a)   Setelah mengikuti tes / ujian kompetensi dasar tertentu
b)   Setelah mengikuti tes / ujian blok atau sejumlah kopetensi dasar dalam satu kesatuan
c)   Setelah mengikuti tes / ujian kompetensi dasar atau blok terakhir. Khusus untuk perbaikan terakhir ini hanya di berlakukakn untuk kompetensi dasar atau blok terakhir darii kopetensi dasar atau blok-blok yang ada pada semester tertentu.
b.    Progam Pengayaan

Progam ini diperuntuhkan kepada murid yang cepat dalam memahami materi pembelajaran.
a.       Cara Yang ditempuh
a)   Membaca subpokok bahasan lain yang bersidat perluasan atau pendalaman dari sub pokok bahasan yang dipelajari
b)   Melaksanakan kerja praktek atau percobaan-percobaan
c)   Mengerjakan soal latihan
b.      Materi dan waktu pelaksanaan progam pembelajaran
a)   Materi yang diberikan sesuai denggan kompetensi dasar yang dipelajari
b)   Waktu pelaksanaan progam pengayaan :
-       Setelah mengikuti tes / ujian kompetensi dasar tertentu
-       Setelah mengikuti tes / ujian blok atau kesatuan KD tertentu
-       Setelah mengikuti tes / ujian kompetensi dasar atau blok terakhir. pada semester tertentu.
c.    Progam Akselerasi
Progam akselerasi memberiakan kesempatan kepada peserta didik untuk melalu masa belajar disekolah dengan waktu yang relatif capat.  Progam ini  di terapkan kepada murid yang mempunyai kemampuan diatasa rata-rata.
Agar progam ini terlaksana dengan baik, maka di butuhkan persiapan dan perencanaan yang baik dan cermat serta terperinci.

Passing Grade Prodi Unggulan ITS Pada SBMPTN 2019

Seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur SBMPTN 2019 telah diumumkan pada tanggal 9 Juli 2019. Dengan diikuti oleh peserta...